Timberwolves dilaporkan patok harga terlalu tinggi untuk Butler

Jakarta (ANTARA News)  – Minnesota Timberwolves dilaporkan mematok harga terlalu tinggi untuk Jimmy Butler yang memaksa timnya itu mencari kesepakatan pertukaran dan telah disetujui pemilik tim Glen Taylor.

Dilaporkan kolumnis ESPN, Adrian Wojnarowski, pada Kamis setempat, bahwa Timberwolves meminta tim yang tertarik untuk mendapatkan Butler bisa menukarkannya dengan sepaket pemain veteran dan pemain prospektif disertai embel-embel aset masa depan dan peluangan ruang gaji.

Harga itu, kata Wojnarowski dianggap terlalu mahal, termasuk oleh Miami Heat yang disebut tertarik untuk mendapatkan jasa Butler, demikian dilansir Reuters.

Bahkan, sumber Wojnarowski menyebut bahwa Pelatih sekaligus Direktur Operasional Bola Basket Timberwolves, Tom Thibodeau, sepertinya tidak berhasrat untuk membuat kesepakatan pertukaran berhasil.
 

Thibodeau memang sempat bertemu Butler membicarakan masa depan pemain, namun belakangan membantah ia membujuk si pemain untuk tetap bertahan di tim.

Mantan pelatih Butler di Chicago Bulls itu bahkan menyatakan Timberwolves berencana “menghormati permintaan Butler” dan mencari “peluang yang ada”.

Baca juga: Butler-Thibodeau dilaporkan bertemu bicarakan masa depan Timberwolves

Butler bahkan diberi izin untuk tak mengikuti sesi media Timberwolves, yang rutin dilakukan tiap tim jelang musim reguler dimulai, pada Senin (24/9) setempat dan Thibodeau menyebut ia bakal absen dari tim selama setidaknya sepekan karena masih proses pemulihan operasi tangan kanan.

Namun, lewat media sosialnya Butler malah mengunggah video tengah melakukan sesi latihan pribadi yang tak terlihat porsinya dikurangi.

New York Times pada Rabu (26/9) melaporkan bahwa Butler memilih untuk ditukarkan ke Heat, dan tim tersebut juga tertarik, namun proses pembicaraan berjalan alot.

Selain Heat, Butlet juga dilaporkan diminati oleh Phoenix Suns, Cleveland Cavaliers, Houston Rockets dan Sacramento Kings.

Baca juga: Warriors rekrut Tyler Ulis

Penerjemah: Antara
COPYRIGHT © ANTARA 2018