Lewat YouTube, Dwyane Wade umumkan keputusan semusim lagi di NBA

Jakarta (ANTARA News) – Bintang gaek NBA, Dwyane Wade, mengumumkan keputusan kariernya lewat sebuah video yang diunggah lewat kanal YouTube miliknya pada Senin WIB.

Dalam video berjudul “One Last Dance…” dengan durasi 9 menit 57 detik tersebut, Wade memastikan ia akan kembali melantai untuk setidaknya satu musim lagi bersama Miami Heat.

Tak hanya membicarakan soal keputusannya, Wade juga menjabarkan sepotong latar belakang atas keputusan tersebut.

“Patut kiranya saya meminta Anda sekalian, untuk turut bergabung dalam tarian terakhir ini, untuk musim terakhir ini,” kata Wade dalam videonya.

“Saya sudah memberikan semuanya untuk permainan ini, dan saya senang atas itu. Saya akan memberikan segalanya untuk satu musim lagi, semua yang tersisa yang masih saya miliki,” ujarnya menambahkan.

Dalam video tersebut, Wade juga menyampaikan kegelisahannya akan ketidakhadirannya sebagai seorang sanak keluarga yang baik lantaran pilihan kariernya.

Ia juga sempat bersimbah air mata ketika bercerita tentang kepergian mantan agennya, Henry Thomas, yang menjadi momen yang mengubah cara pandangnya terhadap bola basket.

“Kepergiannya tahun lalu, mengubah segalanya. Saya kehilangan sesuatu dari permainan ini, ditukarkan ke Miami cukup membantu, tapi tidak cukup,” katanya.

Baca juga: Butler-Thibodeau dilaporkan bertemu bicarakan masa depan Timberwolves

Dengan keputusannya tersebut, maka Wade akan menjalani musim ke-16 di NBA sejak ia dipilih sebagai rekrutan kelima NBA Draft 2003 oleh Heat, atau yang ia lebih suka sebut sebagai “Sweet Sixteen”.

Tiga cincin juara, 12 kali masuk All Star, menjadi Pemain Terbaik (MVP) Final NBA 2005 serta medali emas Olimpiade 2008 di Beijing, China, hanyalah sebagian dari segudang capaian Wade dalam kariernya di olahraga bola keranjang itu.

Selama 15 musim sebelumnya, Wade memiliki catatan rata-rata 22,5 poin, 5,5 assist dan 4,7 rebound per gim.

Sempat hijrah ke Chicago Bulls selama musim 2016-2017, Wade akhirnya kembali ke Heat setelah mampir sejenak sepanjang paruh awal musim lalu di Cleveland Cavaliers.

Baca juga: Westbrook jalani operasi lutut kanan, terancam absen di awal musim

Baca juga: Lakoni latih tanding, Nowitzki terpukau penampilan Doncic
 

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Butler-Thibodeau dilaporkan bertemu bicarakan masa depan Timberwolves

Jakarta (ANTARA News) – ‌Bintang Minnesota Timberwolves, Jimmy Butler, dan pelatih kepala Tom Thibodeau dilaporkan sejumlah media Amerika Serikat bakal bertemu pada Senin (17/9) setempat untuk membicarakan masa depan tim.

Pasalnya, Butler, yang didapatkan Timberwolves lewat skema pertukaran dari Chicago Bulls bakal memasuki tahun terakhir kontraknya pada NBA musim 2018-2019.

Thibodeau yang juga menjabat Presiden Operasional Bola Basket Timberwolves bersikukuh untuk mempertahankan Butler di dalam tim bersama bintang lainnya, center berusia 22 tahun Karl-Anthony Towns.

Butler sempat dilaporkan oleh Chicago Sun-Times memiliki sedikit masalah dengan Towns, mengaku ia “bersemangat tapi muak dengan sikap acuh tak acuh yang diperlihatkan rekan-rekan setimnya yang lebih muda,” pesan yang dianggap mengarah kepada Towns.

Selain itu kepada media yang sama Butler mengaku “tidak memiliki niatan” untuk menanda tangani kontrak jangka panjang bersama Timberwolves.

Baca juga: Pebasket Wade masih belum tentukan pilihan

Sementara itu, Thibodeau juga berada di bawah tekanan setelah ESPN melaporkan pemilik klub Glen Taylor mengaku kecewa atas keputusannya sendiri memindahkan kendali operasional bola basket ke tangan Thibodeau, yang saat ini menjalani tahun ketiga dari kontraknya yang berdurasi lima tahun.

Thibodeau adalah orang yang bertanggung jawab menukarkan Zach LaVine, Kris Dunn dan hak pilih urutan ketujuh NBA Draft ke Bulls demi mendapatkan Butler pada musim padas 2017 lalu.

Sepanjang kariernya di NBA, Butler memiliki rataan 22,2 poin, 5,3 rebound dan 4,9 assist serta 32,8 menit per pertandingan, demikian Reuters.

Baca juga: Westbrook jalani operasi lutut kanan, terancam absen di awal musim

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tunisia dan Nigeria, dua tim pertama lolos ke Piala Dunia Basket 2019

Jakarta (ANTARA News) – Tunisia dan Nigeria menjadi dua tim pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia Bola Basket 2019 di China.

Kedua tim melanjutkan catatan sapu bersih kemenangan masing-masing hingga laga kedelapan dalam putaran kedua kualifikasi Zona Afrika pada Minggu WIB, demikian dilaporkan laman resmi FIBA.

Tunisia yang tergabung di Grup E putaran kedua kualifikasi Zona Afrika berhasil membekuk Mesir 69-47 di Salle Multidisciplinaire de Rades, Tunisia.

Sementara Nigeria memastikan langkah mereka ke putaran final setelah mengalahkan Afrika Tengah dengan skor cukup telak 114-69 di Grup F.

Kemenangan Nigeria praktis memastikan kedua tim akan meraih tiket ke putaran final kendati mereka masih menyisakan empat pertandingan untuk dijalani.

Pasalnya, apapun hasil yang diraih Nigeria di pada empat pertandingan berikutnya, mereka setidaknya akan menempati peringkat kedua klasemen akhir Grup F.

Sedangkan bagi Tunisia, apapun hasil yang mereka peroleh di sisa laga, mereka dipastikan akan menempati sekurang-kurangnya posisi ketiga Grup E atau posisi ketiga terbaik dalam putaran kedua kualifikasi Zona Afrika.

Baca juga: Arena Piala Dunia Basket 2023 dipersiapkan

Baca juga: Resmi, Indonesia tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023

Sedikitnya tiga tiket tersisa masih diperebutkan 10 negara zona Afrika lainnya. Dua tim teratas di Grup E dan Grup F bakal lolos, ditambah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Berikut klasemen sementara putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia Bola Basket 2019 zona Afrika (urutan, negara, menang, kalah).

Grup E
1. Tunisia 8-0
2. Angola 6-2
3. Kamerun 5-3
4. Mesir 4-4
5. Maroko 3-5
6. Chad 2-6

Grup F
1. Nigeria 8-0
2. Senegal 7-1
3. Afrika Tengah 3-5
4. Rwanda 3-5
5. Pantai Gading 3-5
6. Mali 3-5

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pebasket Wade masih belum tentukan pilihan

Miami (ANTARA News) – Klub basket NBA Miami Heat masih belum mengetahui jika pemain bintang Dwyane Wade akan bermain bersama klub ini untuk musim kompetisi mendatang.

Mengapa? Karena Wade sendiri berkali-kali mengatakan bahwa ia masih belum menentukan kemana ia akan berlabuh.

Saat ditemui wartawan, Kamis (Jumat WIB) pada acara pembukaan sebuah restoran di Miami, pemain terbaik NBA sebanyak 12 kali itu kembali ditanya mengenai rencananya menghadapi musim kompetisi 2018-2019 bersama Heat, sementara pemusatan latihan dijadwalkan kurang dari dua minggu lagi.

Dan Wade kembali menjawab bahwa ia belum mempunyai keputusan yang final.

“Andaikan saya punya jawaban untuk Anda semua. Tapi saya tidak punya hari ini,” kata Wade, seperti dikutip The Sun-Sentinel.

Satu hal yang ia maupun timnya ingin pastikan adalah apakah Wade akan memutuskan untuk pensiun atau kembali membela Heat.

“Saya selalu mengatakan bahwa ketika saya dijual kembali ke Miami, maka semua itu adalah untuk saya. Saya katakan sejak kesempatan pertama bahwa saya tidak ingin kemana-mana. Keluarga saya disini, anak-anak saya mulai besar, jadi jika saya tidak memakai seragam Miami Heat tahun depan, maka saya akan mengenakan sweater atau jaket saya sendiri,” katanya.

Wade dilaporkan pernah ditawari kontrak sebesar 25 juta dolar AS selama tiga tahun untuk membela klub China Zheijiang Golden Bulls, yang akan membuatnya sebagai pemain termahal di negeri itu.

Tapi Wade (36 tahun), mengatakan bahwa ia masih mempertimbangkan keputusan untuk bergabung dengan klub China atau tim lain selain Miami.

Miami Heat saat ini memiliki 19 orang pemain di pusat pelatihan mereka, dan masih menyisakan satu tempat lagi untuk Wade jika ia memang ingin bergabung.

Udonis Haslem, rekan lamanya yang bergabung dengan Heat pada 2013, kembali bergabung sejak minggu lalu dengan nilai kontrak 2,4 juta dolar AS.

Karena Wade meninggalkan klub itu sebagai pemain bebas kontrak (free agent) saat bergabung dengan Chicago Bulls sebelum musim kompetisi 2016-2017, maka Heat hanya bisa membayar Wade dengan jumlah mininum untuk pemain veteran seperti yang diterima Haslem, yaitu 2,4 juta dolar AS, atau maksimal 5,3 juta dolar untuk level menengah.
 

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018